Meraih Mimpi

NOVEL KARYA  : ANDREA HIRATA
JUDUL                 : SANG PEMIMPI

Meraih Mimpi - Jauh di pedalaman pulau Belitong, tiga orang anak di sebuah kampung Melayu bermimpi untuk melanjutkan sekolah mereka hingga ke Perancis, menjelahi Eropa, bahkan sampai ke Afrika.! Ikal, Arai, dan Jimbron, merekalah si pemimpi itu, walau bagai punguk merindukan bulan, mereka tak peduli, mereka memiliki tekad baja untuk mewujudkan mimpi mereka, hidup di daerah terpencil, kepahitan hidup, kemiskinan, bukanlah pantangan bagi mereka untuk bermimpi. Mereka tak menyerah pada nasib dan keadaan mereka, bagi mereka mimpi adalah energi bagi kehidupan ketiga anak kampung Melayu di kawasan PN Timah Belitong menjalani hari-hari mereka bersama mimpi-mimpinya.

kedua orang tua arai meninggal dunia ketika ia masih kecil. Arai tak memiliki saudara kandung sehingga setelah kematian kedua orang tuanya Arai diasuh oleh kedua orang tua Ikal di kampungnya sehingga bagi Ikal, Arai adalah saudara sekaligus sahabat terbaik baginya, Arai memiliki pribadi yang terbuka dan cerdas. Sedangkan Jimbron adalah sosok rapuh, tidak secerdas Ikal dan Arai, ia gagap dalam berbicara semenjak kematian ayahnya.

Ikal, Arai dan Jimbron memiliki rasa kesetiakawanan yang tinggi, mereka bahu membahu mewujudkan mimpi mereka, saat itu PN Timah Belitong sedang dalam keadaan terancam kolaps, gelombang PHK besar-besaran membuat banyak anak-anak tidak bisa meneruskan sekolah mereka karena orang tuanya tak sanggup membiayai. Mereka yang masih ingin bersekolah harus bekerja. Demikian juga Ikal, Arai dan Jimbron yang masih ingin bersekolah harus bekerja.  begitu tamat SMP mereka ingin tetap melanjutkan sekolah mereka, karena di kampung mereka tak ada SMA, mereka harus merantau ke Magai, 30 kilometer jaraknya dari kampung mereka. Untuk itu mereka tinggal bersama-sama dalam sebuah los kontrakan, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya mereka bekerja mulai dari penyelam di padang golf, office boy di sebuah kantor pemerintah hingga akhirnya bekerja sebagai kuli, yang bertugas menunggu perahu nelayan untuk memikul tangkapan para nelayan itu ke pasar ikan. Menurut hirarki pekerjaan di Magai, kuli tambat adalah pekerjaan yang paling kasar yang hanya akan digeluti oleh mereka yang tekad ingin sekolahnya sekeras tembaga atau mereka yang benar-benar putus asa karena tidak memiliki pekerjaan lain. Hal ini membuktikan bahwa ketiga pemimpi ini memiliki hati yang sekeras tembaga untuk bisa bersekolah untuk mewujudkan mimpi mereka.

Setelah membaca buku ini dapat di simpulkan bukan mimpi yang membawa kita sukses tetapi semangat yang ada di dalam diri kita yang akan membawa mimpi – mimpi kita menjadi kenyataan, mimpi tanpa semangat tidak akan membawa kita pada kesuksesan. Meski banya sekali halangan rintangan tapi kita harus tetap semangat karena halangan rintangan jika kita nikmati akan terasa menyenangkan. jangan pernah memikirkan apa yang akan terjadi di depan, hadapi saja apa yang ada didepanmu, karena jika kamu memikirkan apa yang akan terjadi dipan kamu tidak akan pernah berani melangkah maju dan kamu tidak akan bisa menuju ke tujuan.


Baca Ebook Sang Pemimpi  KLIK DISINI


 Bukan Mimpi Yang Memabawa Kita Menjadi Sukses,
   Tapi Semangat Kita Untuk Mewujutkan Mimpi Kita 
Yang Akan Membawa Mimpi Kita Menjadi Kenyataan
SHARE

Unknown

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar