JUDUL : SANG PEMIMPI
Meraih Mimpi - Jauh di pedalaman pulau Belitong, tiga orang anak di sebuah kampung Melayu bermimpi untuk melanjutkan sekolah mereka hingga ke Perancis, menjelahi Eropa, bahkan sampai ke Afrika.! Ikal, Arai, dan Jimbron, merekalah si pemimpi itu, walau bagai punguk merindukan bulan, mereka tak peduli, mereka memiliki tekad baja untuk mewujudkan mimpi mereka, hidup di daerah terpencil, kepahitan hidup, kemiskinan, bukanlah pantangan bagi mereka untuk bermimpi. Mereka tak menyerah pada nasib dan keadaan mereka, bagi mereka mimpi adalah energi bagi kehidupan ketiga anak kampung Melayu di kawasan PN Timah Belitong menjalani hari-hari mereka bersama mimpi-mimpinya.
kedua orang tua
arai meninggal dunia ketika ia masih kecil. Arai tak memiliki saudara kandung
sehingga setelah kematian kedua orang tuanya Arai diasuh oleh kedua orang tua
Ikal di kampungnya sehingga bagi Ikal, Arai adalah saudara sekaligus sahabat
terbaik baginya, Arai memiliki pribadi yang terbuka dan cerdas. Sedangkan
Jimbron adalah sosok rapuh, tidak secerdas Ikal dan Arai, ia gagap dalam berbicara
semenjak kematian ayahnya.
Ikal, Arai dan
Jimbron memiliki rasa kesetiakawanan yang tinggi, mereka bahu membahu
mewujudkan mimpi mereka, saat itu PN Timah Belitong sedang dalam keadaan
terancam kolaps, gelombang PHK besar-besaran membuat banyak anak-anak tidak
bisa meneruskan sekolah mereka karena orang tuanya tak sanggup membiayai.
Mereka yang masih ingin bersekolah harus bekerja. Demikian juga Ikal, Arai dan
Jimbron yang masih ingin bersekolah harus bekerja. begitu tamat SMP mereka ingin tetap
melanjutkan sekolah mereka, karena di kampung mereka tak ada SMA, mereka harus
merantau ke Magai, 30 kilometer jaraknya dari kampung mereka. Untuk itu mereka
tinggal bersama-sama dalam sebuah los kontrakan, sedangkan untuk memenuhi
kebutuhan hidup sehari-harinya mereka bekerja mulai dari penyelam di padang
golf, office boy di sebuah kantor pemerintah hingga akhirnya bekerja sebagai
kuli, yang bertugas menunggu perahu nelayan untuk memikul tangkapan para
nelayan itu ke pasar ikan. Menurut hirarki pekerjaan di Magai, kuli tambat
adalah pekerjaan yang paling kasar yang hanya akan digeluti oleh mereka yang
tekad ingin sekolahnya sekeras tembaga atau mereka yang benar-benar putus asa
karena tidak memiliki pekerjaan lain. Hal ini membuktikan bahwa ketiga pemimpi
ini memiliki hati yang sekeras tembaga untuk bisa bersekolah untuk mewujudkan
mimpi mereka.
Setelah membaca
buku ini dapat di simpulkan bukan mimpi yang membawa kita sukses
tetapi semangat yang ada di dalam diri kita yang akan membawa mimpi – mimpi kita
menjadi kenyataan, mimpi tanpa semangat tidak akan membawa kita pada
kesuksesan. Meski banya sekali halangan rintangan tapi kita harus tetap
semangat karena halangan rintangan jika kita nikmati akan terasa menyenangkan. jangan
pernah memikirkan apa yang akan terjadi di depan, hadapi saja apa yang ada
didepanmu, karena jika kamu memikirkan apa yang akan terjadi dipan kamu
tidak akan pernah berani melangkah maju dan kamu tidak akan bisa menuju ke tujuan.
Baca Ebook Sang Pemimpi KLIK DISINI

0 komentar:
Posting Komentar